Sejarah Jakarta Dalam Dongeng Sang Paman Bag2

Buku itu diindonesiakan dan tahun ini Cipta Loka Caraka mengeluarkan cetakan kedelapan, ”yang direvisi dan diperluas”. Sejarah di tangan Pater Heuken adalah sesuatu yang hidup. ”Lebih penting dari batu-batu tua adalah orang yang pernah tinggal atau bekerja di tempat ini, yang pernah mencinta dan membenci, senang dan menderita, baik karena sengsara mereka disebabkan oleh kejahatan sesama mereka atau karena nasib malang ataupun oleh iklim yang tidak menguntungkan,” tulisnya (halaman 10). Heuken mengatakan bahwa Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta bukan buku sejarah Jakarta. Memang buku ini lebih merupakan narasi yang memikat mengenai Ibu Kota. Tengok Bab IV ”Sekitar Gereja Portugis: Golongan Mardijker–Gereja tertua di Jakarta–Pieter Erberveld dan Raden Kartadria”.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *