Mengembangkan Potensi Penyandang Disabilita bersama FIN888 Bag2

Mengembangkan Potensi Penyandang Disabilita bersama FIN888 – Para anggota DiMA yang masih aktif, sementara ini berjumlah enam orang, yaitu Christianto K. Chandra, pasangan suami-istri Sofia Muchtar & Danu Kastomi, Beny Purnama, Tulus Budi Prasetyo, dan Maksus. Mengikuti perkembangan jaman dalam relasi dengan masyaraat, DiMA juga bisa dijumpai melalui sosial media yang populer, yaitu Facebook dengan kata kunci “Disabilita Maju”. CHIPers juga bisa mengontak DiMA dengan mengunjungi : Dima. klikita.com.

Tidak hanya aktif di media social dan online saja, para anggota DiMA juga aktif menghadiri berbagai kegiatan seperti pameran dan juga seminar. Untuk memperbarui ilmu mereka, DiMA juga mengadakan kelas setiap Sabtu pagi hingga sore di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) DKI, Jl. Hang Lekiu, Jakarta Selatan. Kelas-kelas yang diadakan ini bukanlah sekedar kegiatan rutin semata. Melalui pertemuan yang rutin ini, para anggota DiMA memperbarui ilmu mereka dengan hal-hal yang baru. Hal ini, membuat DiMA, dalam waktu yang belum genap satu tahun, menghasilkan banyak proyek website seperti: Insfirasi. com, thepapandayan.com dan aseandisabilityforum.org.

Selain itu, tidak sedikit pula proyek yang mereka kerjakan, masuk ke dalam bidang desain grafis seperti mendesain dan mencetak brosur perusahaan, hingga kaos 3D yang layanannya masih dikembangkan. Menariknya lagi, DiMA juga sudah menghasilkan sebuah software yang bernama “Gajian++”. Software yang mampu mengatur dan mengelola informasi kepegawaian, kehadiran atau absensi, bahkan penggajian ini, juga menyediakan support. Software yang sudah dirilis ini dapat Anda simak presentasinya melalui Youtube (http://youtu.be/72TpjDB0gsg). Melihat perkembangan DiMA, Christianto optimis kalau organisasi ini bisa terus maju dan berkembang.

“Terlebih, jika Pemerintah dan swasta juga mendukung,” ucapnya. Untuk membantu mewujudkan dikenalnya DiMA oleh pemerintah dan masyarakat, Christianto bersama anggota DiMA yang lain juga mengembangkan mobile apps berbasiskan Android yang tentu nya terkait dengan bidang telematika. Telematika membuat para disabilita berpotensi karena membuat yang tidak ada menjadi ada, yang tidak bisa menjadi bisa. Oleh karena itu adalah momet atau kesempatan yang baik bagi kaum disabilita untuk dapat mengoptimalkan apa yang dulu dirasa “tidak mungkin”.

Christianto memiliki harapan agar masyarakat tidak sekadar mengasihani disabilita. Melainkan menggapai tangan mereka untuk menunjukkan potensi mereka yang merupakan insan yang mandiri, bermanfaat dan bermartabat. Pada penghujung wawancara, Christianto menyampaikan harapannya pada DiMA. Dia ingin DiMA dan para anggotanya bisa terus berkembang. “Benar-benar bisa menggantikan sebagai sumber pemasukkan dan mengembangkan DiMA sampai manca negara,” ujarnya.

Sumber : https://net89.net/

This entry was posted in Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *