Labu Totol Yayoi Kusama pun Masih Terbeli Bag5

Art Stage yang dikelola oleh pelaku internasional dan jaringan kolektor asing yang kuat, harga mapan tapi terbatas di koleksi karya yang berkelas. Sedangkan Bazaar Art, kata dia, dengan jaringan media, jaringan komunitas sosialita, serta konsumen baru yang baru tumbuh dan belajar seni. ”Dua-duanya bagus, yang satu untuk harga seniman yang mapan, yang satunya lagi untuk pangsa lain,” ujarnya. Menurut Martha, kondisi ekonomi, seperti adanya pengampunan pajak dan ekonomi yang melambat, memang cukup mempengaruhi.

Tak mengherankan jika banyak galeri yang menawarkan harga di bawah Rp 100 juta dan cepat terjual. Yang menggembirakan, banyak pembeli baru merupakan orang muda. Potensi pasar boleh jadi mulai menggeliat lagi. Tapi dua galeri dari luar negeri, Art Exchange (Singapura) dan Art Center PPlus (Korea Selatan), yang jualannya laku, mengeluh soal pajak. ”Urusan pajak di Indonesia cukup merepotkan,” ujar Helena Sunyoung Jeun dari Art Center PPlus dan Benny Oentoro, pemilik Art Exchange.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *