Permainan Terbaik Untuk Bayi Bag3

Menggunakan objek yang sering ia pakai dengan cara yang tepat— menggunakan telepon mainan untuk berpurapura menelepon Papa di kantor atau memanggil Mama dengan sisir yang dijadikan mikrofon, misalnya—menjadi puncak kesenangan bayi berumur 10-12 bulan seiring imajinasinya yang mulai merekah. ¦

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Permainan simbol awal. Jenis permainan ini umum dilakukan anak berumur 10 bulan. Si kecil mungkin akan berpura-pura memakan mainan lingkaran plastik sambil berkata pada Mama. “Maem…maem”, yang mungkin dipikirnya donat asli. ¦ Bermain peran Saat berumur 12 bulan, Mama dapat mencoba peran-peran baru pada si kecil. Contoh, dengan mencoba menjadi kucing yang “bergelut” dengan temannya (sambil mengeluarkan suara meong, Mama dapat menggelitiki tubuh nya). Si kecil akan tertawa senang dan ia akan mempelajari peran-peran baru di luar kehidupannya. Nah, betul kan Ma, bermain dan mengembangkan keterampilan bayi ternyata tidak sesulit yang Mama ba yangkan. Kuncinya, ikuti terus perkembangan si kecil untuk menentukan jenis permainan terbaik untuk bayi!

Agar janin bergerak sehat Janin yang aktif bergerak, bisa menjadi pertanda bahwa ia sejahtera. Berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan untuk menjaga kesejahteraan janin dalam kandungan: ‘ Cek kehamilan rutin. Memasuki minggu ke-33, konsultasi kehamilan biasanya dilakukan lebih sering, dari sebulan sekali, lalu dua minggu sekali, dan menjadi seminggu sekali setelah mendekati HPL (hari perkiraan lahir). Pemeriksaan dengan USG oleh dokter obgin akan senantiasa memantau kesehatan dan pertumbuhan janin. ‘ Lakukan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman kaya nutrisi serta aktif bergerak. ‘ Menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta makanan, sehingga Mama tak mudah terserang penyakit maupun infeksi. Bila Mama sehat, janin pun kuat.

Jahilnya bikin ketawa

“Walau masih batita, Rista sudah sering usil dan suka membuat orang sekitarnya tertawa. Dia pernah mengupil hidung ayahnya, lalu jari bekas upilnya itu diberikan ke saya supaya dicium. Tentu saja saya enggak mau sembari membalikkan tangannya dan mengarahkannya kembali kepada ayahnya. Kadang juga bekas upilnya sendiri diberikan ke saya atau ayahnya. Pernah juga dia iseng sama temannya sebaya, saat itu dia sedang main bersama anak sepupu saya yang berusia tiga tahun. Kala temannya itu terjatuh saat bermain dan menangis, dia malah tertawa seperti meledek, lalu berlari ke arah saya.” Meniati Batee, mama dari Parista Kezia Erlambang (1,5).

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *