Betulkah permasalahan berawal dari pencabutan kewarganegaraan etnis Rohingya?

Kalau itu dianggap sebagai akar permasalahan, berarti kita berangkat dari anggapan hanya ada sebab tunggal. Sementara itu, tim pencari fakta berangkat dari pemahaman tidak mungkin hanya ada satu akar masalah. Selain itu, Myanmar baru saja menikmati demokrasi. Kondisi ini membuat mereka mempunyai skala prioritas dalam pembangunan nasional. Dan masalah HAM belum menjadi prioritas sehingga menimbulkan akumulasi. Bagaimana tim memandang ARSA yang dianggap teroris oleh pemerintah Myanmar?

ARSA itu kelompok yang berevolusi. Memang benar mereka menyerang pos pada akhir Agustus dan menimbulkan korban tewas, tapi kita harus adil menilai bahwa dimensi persenjataan kelompok ini tidak signifkan. Lokasi penyerangan yang disebut pos keamanan, pos di sana bukanlah gedung kokoh. Bisa saja sekadar bangku di pinggir jalan. Gambaran yang berlebihan membuat seakan-akan ada clash yang dramatis dan dilakukan kelompok yang seolaholah bisa menantang pemerintah yang sah.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *