Aturan Main Pemodal Fintech Segera Terbit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan lanjutan tentang inovasi keuangan digital (IKD) atau industri teknologi finansial (fintech) akhir bulan ini. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida, mengatakan aturan untuk fintech pada dasarnya tak bisa seketat industri keuangan konvensional yang telah ada, seperti perbankan ataupun lembaga keuangan nonbank. “Mereka bisa kalah saing, karena masih baru,” kata Nurhaida, kemarin. Dia berujar, industri fintech tidak diperkenankan mengelola dana masyarakat.

Dengan demikian, mereka pun harus memiliki rekening penampung dana (escrow account) di sistem perbankan. “Jadi, uang masyarakat masuk ke dalam sini untuk meminimalkan risiko,” katanya. Dengan demikian, risiko yang muncul pun bersifat terbatas, terutama dari sisi operasional. Dia mengatakan, OJK dalam pengawasannya pun akan lebih berfokus pada transaksi atau aktivitas yang dilakukan di platform fintech tersebut. Terlebih jika data transaksi yang dihimpun berjumlah besar. “Sebab, kalau bermasalah dan nilainya besar, bisa mengganggu stabilitas sistem keuangan,” ujarnya. Deputi Komisioner OJK Institute, Sukarela Batunanggar, memaparkan beleid yang akan terbit nantinya memuat sejumlah poin penting.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *