Zinedine Zidane Menjadi Pemain Pertama yang Menang

Trofi Liga Champions dan medali Piala Dunia hanyalah sebagian dari sederet penghargaan yang diraih Zidane. Ia juga ikut mengantar Prancis menjuarai Piala Eropa 2000. Ia sekali terpilih sebagai pemain terbaik Eropa dan tiga kali menjadi pemain terbaik dunia. Ketika masih bermain, ia juga dikagumi karena kemampuan olah bolanya yang mencengangkan. Kevin Keegan, mantan Manajer Inggris, menyebutkan bahwa perbedaan Zidane dengan pemain hebat lain adalah kemampuannya memanipulasi bola. ”Ia bisa menemukan ruang bagi dirinya dari ketiadaan. Ditambah visinya dalam bermain, ia benar-benar spesial,” kata Keegan, seperti dikutip The Daily Telegraph pada 2000.

Sedangkan legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer, kepada harian Spanyol, AS, menggambarkannya sebagai ”lebih seperti penari ketimbang pemain bola”. Kemampuan yang menyihir itu bermula di La Castellane, kawasan berbukit dan berbatu yang berjarak 15 kilometer dari pusat Kota Marseille. Zidane mulai mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar di Place de La Tartane, lapangan terbuka di dekat kompleks rumahnya. Sayangnya, tempat itu pun segera sirna. ”Place de La Tartane, tempat Zidane kecil bermain bola, berada di balik gedung (G) itu. Tentu saja lapangan itu sekarang sudah tidak kelihatan karena tertimbun reruntuhan,” ujar Manu Daher. Selain di La Tartane, bakat Zidane terasah di SO Septemes-les-Vallons.

Klub yang lokasinya berjarak 20 kilometer dari Stade Velodrome, Kota Marseille, itu agak tersembunyi dari jalan raya Avenue du 8 Mai 1945. Tempat itu tampak sepi ketika Tempo mendatanginya, akhir Mei lalu. Menurut Frederic Bonnet, wakil presiden klub tersebut, hari itu mereka memilih tutup karena ada demo buruh besar-besaran di seluruh Prancis. Zidane berlatih di tempat itu saat berusia 13 tahun. Ia pindah dari klub lamanya, US Saint-Henri, karena ingin mencari pelatih yang lebih baik. Bonnet kala itu berlatih bersama Zidane. ”Dia biasa datang sendiri dengan bus atau diantar dengan mobil butut ayahnya. Kalau sedang ada pertandingan, pelatih kami yang datang menjemputnya di La Castellane,” katanya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *