PEMBUNUH NOMOR WAHID BAGI PEREMPUAN

Semua pasien yang ikut dalam penelitian ini memiliki kriteria yang sama, antara lain berusia tak lebih dari 70 tahun, mendapat kemoterapi, terapi hormonal atau imunoterapi pada saat yang sama, tidak mengalami gangguan tiroid, tidak hamil atau menyusui, tak menderita diabetes mellitus, dan tak mengalami hipersensitivitas terhadap simvastatin. Simvastatin diberikan kepada kelompok pertama selama empat-enam pekan. Setelah itu, payudara mereka diangkat (mastektomi). Sampel jaringan kankernya kemudian diperiksa. Hasilnya, ada penurunan aktivitas ROCK sebesar 55 persen. Ekspresi mRNA RhoC juga menurun 36,7 persen. ”Migrasi sel juga menurun pada kelompok yang diberi simvastatin,” katanya. Menurut Erwin, penurunan ini berhubungan dengan kolesterol, yang ternyata bisa memicu kanker payudara lebih agresif.

Website : kota-bunga.net

Ada dua penyebab kanker payudara, yakni faktor genetik, yang menyumbang sekitar 20 persen penyebab, dan faktor sporadis, yang mempengaruhi sampai 80 persen. Faktor sporadis ini paling banyak dipengaruhi oleh masalah hormonal, terutama estrogen, yang antara lain berfungsi mengendalikan kadar kolesterol. Penguji Erwin, dokter spesialis bedah onkologi Teguh Aryandono, mengatakan penelitian ini memberikan alternatif baru untuk mengatasi kanker. Namun, untuk sampai menjadi pengobatan, perlu penelitian lebih lanjut agar diketahui manfaatnya secara keseluruhan. ”Misalnya dengan stadium pasien yang bervariasi dan jumlah pasien yang lebih banyak,” kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. Dokter spesialis ortopedi Ismail, penguji Erwin yang lain, juga mengatakan penelitian lanjutan mesti dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama sehingga bisa membuktikan pencegahan metastasis.

Sebab, penjalaran sel kanker bisa terjadi dalam jangka waktu bertahuntahun. Penelitian itu sekaligus bisa mengukur kapan waktu pemberian simvastatin yang tepat beserta dosisnya. Erwin juga mengatakan penelitian ini masih dalam tahap awal. Karena itu, ia belum bisa memberikan simvastatin sebagai obat terapi penghambat sel kanker kepada pasien. Konsumsi simvastatin baru disarankan untuk pasien yang memang memiliki kadar kolesterol tinggi. PEMBUNUH NOMOR WAHID BAGI PEREMPUAN 19 JUNI 2016 | | 73 l Terdapat 1,38 juta kasus kanker payudara di dunia (23 persen dari semua jenis kanker). l 12,9 persen, jumlah kematian perempuan pada 2012 diakibatkan kanker payudara. l Pada 2030, kematian akibat kanker payudara diperkirakan mencapai 13,1 juta orang. l 40,31 dari 100 ribu perempuan di Indonesia terkena kanker payudara. l 16,58 dari 100 ribu perempuan di Indonesia meninggal karena kanker payudara.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *